Cari Berita

Pengumuman

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Capping Ceremony 2014

Profesi kebidanan merupakan salah satu profesi terlama di dunia. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan di daerah terutama dalam hal perawatan kehamilan, menolong persalinan, perawatan nifas yang dilakukan secara natural oleh seorang wanita dewasa yang telah menikah serta pernah melahirkan anak yang biasa disebut dukun bayi. Profesi kebidanan berkembang pesat yang ditandai dengan banyak berdirinya pendidikan kebidanan pada tingkat akademi (D III) baik jalur umum dan jalur khusus, tingkat kesarjanaan (S1) kebidanan maupun S2 kebidanan.

Pendidikan kebidanan tidak hanya menerapkan teori di kelas maupun di laboratorium, tetapi juga melaksanakan praktik klinik untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan pada saat perkuliahan secara nyata. Sebelum praktik klinik dilaksanakan kegiatan ucap janji mahasiswa kebidanan serta pemasangan cap atau sering disebut Capping Ceremony. Prosesi upacara Capping Ceremony diharapkan dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa tentang sejarah profesi kebidanan tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan semangat dalam menempuh pendidikan dan menanamkan citra Bidan di hati sanubari mahasiswa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 18 November 2014 di Gedung JEC dengan jumlah peserta 365 mahasiswa Semester III yang telah lulus ujian OSCA. Acara dibuka dengan Tarian Panjembrahme yang dipersembahkan oleh Mahasiswi Universitas Respati Yogyakarta. 10 mahasiswa berprestasi diberikan kehormatan dengan dipasangkannya cap oleh pejabat di lingkungan Universitas Respati Yogyakarta, Dinas Kesehatan dan Ketua PD IBI. Dalam sambutan yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Dra. Hardiah Djuliari, Apt., M.Kes disampaikan bahwa mahasiswa bidan dalam melaksanakan kegiatan praktik klinik harus berupaya memahami pasien dan lingkungan. Begitu juga nasehat yang disampaikan oleh Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia ( PD IBI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ibu Nunik Endang S, S.IP.,M.Sc mengatakan bahwa mahasiswa harus murah senyum sebagai obat pertama yang diberikan kepada pasien.


Berita Terkait

JUARA II LOMBA NERSVAGANZA NASIONAL ILMIKI 2015

Sistem Informasi

Kerjasama

Workshop Peninjauan Kurikulum

Seminar Dan Workshop Perawatan Luka

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
alhQMm


Halaman Lain